Ayo Hemat!
Tanpa disadari, kepentingan yang baik untuk diutamakan lebih dulu terkadang kalah dengan kepentingan pribadi yang sebenarnya bisa ditunda. Banyak orang membeli sesuatu karena keinginan, bukan disebabkan kebutuhan.
Baca selengkapnya →Tanpa disadari, kepentingan yang baik untuk diutamakan lebih dulu terkadang kalah dengan kepentingan pribadi yang sebenarnya bisa ditunda. Banyak orang membeli sesuatu karena keinginan, bukan disebabkan kebutuhan.
Baca selengkapnya →Sesaat sebelum menguras dana dari mesin ATM, ternyata saldo kami telah banyak betambah lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya. Puji syukur tak ada habisnya kami ucapkan.
Baca selengkapnya →Saya tidak ingin menyederhanakan insiden di Monas atau insiden pergesekan antar ummat lainnya dengan mengidentikkan dengan masalah anak-anak di masa kecil dulu.
Baca selengkapnya →Si bapak penjaga palang pintu manual itu harus siap sedia tiap saat. Sebab, lengah sedikit, celaka bagi orang lain akibatnya. Tanggung jawab yang tidak kecil. Tapi, tugas tersebut tak sepadan dengan gaji yang ia dapatkan.
Baca selengkapnya →Hatinya tak bisa tentram dan selalu ingin berontak terhadap sistem yang ada di tempatnya bekerja. Tapi ia merasa tak berdaya dan tak bisa berbuat apapun untuk memberi andil dalam perbaikan sistem tersebut. Dia ingin keluar.
Baca selengkapnya →Tetangga saya yang warga negara Lebanon ini tetap berencana untuk mengisi liburannya di Lebanon, walaupun pada saat itu kondisi negaranya masih kacau karena sedang terjadi perang.
Baca selengkapnya →Di mana di sana kenyamanan bagaikan surga dunia menjelma, namun ternyata di sebuah tempat yang justru mereka katakan sebagai sebuah musholla ini ternyata kondisinya sangat amat jauh berbeda sekali.
Baca selengkapnya →Korupsi para wakil rakyat di ibu kota pun terbilang tinggi dan bisa bikin geleng-geleng kepala. Korupsi itu sama seperti mencuri. Tak peduli maling ayam atau koruptor kelas kakap, harus dihukum secara setimpal.
Baca selengkapnya →Amar Ma'ruf Nahyi Munkar. Inilah jalan para Nabi yang menjadi pilihan Sang Habib. Jalan penuh tantangan dan halangan. Dia berani menempuh jalan ini di saat yang lainnya melakukan Amar Ma'ruf Nyambi Munkar.
Baca selengkapnya →Guru tersebut bertutur bahwa pendapatannya dari hasil mengajar hanya sebesar Rp 150 ribu per bulan. Sebagai guru tidak tetap, kondisi tersebut memaksanya untuk bekerja sambian sebagai tukang becak.
Baca selengkapnya →