eramuslim

Kategori: Oase Iman

Pengakuan Dusta

Selama diri kita masih dikuasai oleh bisikan-bisikan setan dan ajakan hawa nafsu dan kepatuhan kita pada perintah Allah berdasarkan atas apa yang kita inginkan, yang kita cintai, dan yang kita sukai, bukan berdasarkan atas apa yang Allah cintai, inginkan, dan kehendaki dari kita, maka sesungguhnya belumlah dinamakan itu pengakuan jujur, cinta yang tulus dan benar.

Baca selengkapnya →

Cathar, Penghujung Tahun 2005

Ya Allah,,, seperti apa nasib bayi yang baru berusia 2.5 bulan itu. Seperih apa siangnya yang harus berpanas bersama matahari, tidak ada rumah tempat untuk berteduh. Malam-malam yang bergelut dengan angin. Tidak terhitung mungkin sudah berapa kali tubuh yang masih merah itu harus membiru karena menggigil menahankan dinginnya malam.

Baca selengkapnya →

Petani Tua dalam Gerbong Kereta

Petani tua itu mendekatiku dan membungkuk, ku lepas segera MP3, "Ada apa Pak?" kataku bingung. "Terima kasih, kamu mau membantuku memindahkan barang ladang yang kotor ini..." Katanya sambil membungkuk lagi. Diperlakukan seperti itu aku teringat kebiasaan orang Jepang yang selalu membungkuk menundukkan kepalanya bila mengucapkan terima kasih.

Baca selengkapnya →

Mengikat Hati Kader Partai

Tapi ada sebuah sisi yang membuatku bersedih. Mereka yang punya binaan tak mampu mengukir prasasti di hati binaannya, untuk sebuah kedekatan. Yang ada sepertinya hanya sebuah tuntutan untuk selalu berjalan di rel Ilahi. Mungkin karena sedikitnya waktu, dan banyaknya halakah yang di isi, mereka tidak sempat untuk memerhatikan halakah binaannya.

Baca selengkapnya →

Keputusan Tanpa Kebimbangan

Elit-elit politik Islam saat ini juga mengalami kebimbangan-kebimbangan dalam menentukan pilihan. Memajukan calon sendiri dibilang nekat dan eksklusif, terlibat dalam koalisi dibilang terlalu ambisi pada kursi. Menghadapi partner koalisi yang sewenang-wenang juga bimbang.

Baca selengkapnya →

Siapa Mau Menyentuhnya?

Ketika duduk sambil ngobrol dengan teman di pinggiran taman, tak sengaja pandangan mata saya tertuju pada sekelompok orang yang berada di hadapan saya. Sebagian dari mereka ada yang berbaring, duduk santai dan bediri. Orang yang sedang berdiri inilah yang membuat saya tertegun untuk beberapa saat

Baca selengkapnya →

Manusia yang Beramal Melampaui Usianya

Mereka semua sudah sangat lama meninggalkan dunia ini. Namun mereka seolah tetap hadir, mengawal manusia, membimbing mereka, agar tetap menjadi hamba Allah yang baik. Nasihat-nasihat mereka masih diulang-ulang oleh ribuan orang, menjadi penyejuk hati yang gundah, menjadi pengetuk hati yang mengeras

Baca selengkapnya →

Pribadi Sukses

Laki-laki itu, sekembalinya ke tanah air, tetap mencoba mengatur waktu seperti yang ia lakukan di negri orang dan untuk majikannya. Bangun jam tiga, dan terus mengerjakan sesuatu yang bisa ia kerjakan untuk menambah masukan (income) untuk keluarganya. Sekarang, ia tidak bekerja untuk orang lain, tetapi untuk dirinya sendiri.

Baca selengkapnya →

Meraih Sorga dengan Kaki Pincang

Ia tidak pernah absen mengerjakan shalat berjama`ah di mesjid. Ia selalu bersemangat untuk datang ke mesjid. Cintanya pada mesjid seakan telah terhujam kuat di dalam lubuk hatinya. Ada yang paling membuat saya terkesan dengan keistiqamahannya menjaga shalat berjama`ah di mesjid.

Baca selengkapnya →

Ada Syukur di Setiap Tetes Air

Di tempat marginal seperti ini, sering kali kita jadi lebih mampu menyadari bahwa apa yang sudah Allah berikan kepada kita sebenarnya sudah melimpah ruah, sampai terbata-bata lisan untuk mensyukurinya. Apa yang selama ini dianggap terlalu biasa bagi kita sebenarnya sudah merupakan karunia luar biasa bagi sebagian yang lain.

Baca selengkapnya →