Siapa Bilang Israel Setuju Dua Negara?

Pernyataan Israel bahwa mereka mendukung konsep dua negara Palestina-Israel ternyata basa-basi dan omong kosong belaka. Seperti yang banyak diberitakan selama ini, Israel setuju dengan konsep dua negara karena akan menguntungkan mereka, bahkan menganggap hal itu sebagai ide besar dari mereka yang didukung oleh AS, Vatikan dan negara-negara Arab, ternyata hanya kamuflase.

Memasuki bulan Mei ini terungkap sudah, bahwa Israel pada akhirnya berkeingan mengenyahkan bangsa Palestina. Hal ini diberitakan secara rahasia oleh media-media cetak yang hanya beredar di negara itu. Berikut petikan-petikannya:

"Pernyataan anggota Knesset, parlemen Israel, Zipi Hutabeli dari partai Likud bahwa konsep dua negara akan mengakhiri konflik antara Palestina dan Israel direspon oleh Benyamin Netanyahu (perdana menteri Israel) bahwa itu bukan kebijakannya sama sekali. Netanyahu menambahkan, "Saya akan cek mengapa pernyataan seperti itu bisa keluar dari deputi menteri luar negeri!" (8 Mei, Harian Makor Rishon)

Juru bicara Knesset, MK Ruby Rivlin: "Negara Palestina adalah resep kehancuran untuk Israel" (Headline Makor Rishon, 1 Mei)

Menteri Diaspora Israel, Yuli Edelstein, "Netanyahu tidak akan pernah mengakui negara Palestina. Bahkan AS juga paham bahwa mendirikan negara Palestina tidak akan pernah mudah dan tak akan terjadi. Saya dengar berita positif dari Netanyahu bahwa ia tak akan pernah menyerah untuk membawa Israel sebagai sebuah negara." (8 Mei, Harian Makor Rishon)

Mantan menteri kesejahteraan Israel dari partai Gedung Yahudi Zvulun Orlev mengatakan bahwa negara Palestina itu letaknya di Yordan saja. Dalam artian, semua bangsa Palestina akan diusir dari luar Palestina dan dideportasi ke Yordan. "Dalam berbagai kesempatan, Netanyahu harus meyakinkan Obama bahwa presiden AS itu harus menghormati keputusan demokrasi. Ada golongan mayoritas di Knesset dan kita semua menolak pendirian negara Palestina. Itu tidak realistis. Olmert, Livni, dan Sharon sudah gagal, sekarang berikan kesempatan kepada kami yang tengah berkuasa." (8 Mei Harian Makor Rishon)

Uri Ariel, pimpinan Uni Nasional, partai kanan Israel, menegaskan, "Jika Netanyahu setuju dua negara, itu akhir dari pemerintahannya!" (8 Mei Harian Makor Rishon)
(sa/imr)