Ritonga dan Susno Mengundurkan Diri

Kabareskrim Susno Duadji dipastikan mengundurkan diri. Dua pejabat tinggi yang namanya disebut-sebut dalam rekaman pembicaraan Anggodo Wijaya yang diputar di Mahkamah Konstitusi dua hari lalu, mengundurkan diri dari jabatan mereka. Kedua pejabat itu adalah Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji dan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga.

"Secara lisan kemarin dia (Ritonga) mengatakan, 'Kalau saya menjadi beban institusi, saya akan mengundurkan diri'. Lisan ya," ujar jaksa Agung Hendarman Supanji mengutip pernyataan Abdul Hakim Ritonga. Hendarman menambahkan secara resmi Ritonga akan menyampaikan surat pengunduran dirinya hari Kamis ini. Dengan rencana ini maka Jaksa Agung tidak akan menjalankan proses penonaktifan Ritonga.

Dengan rencana Ritonga ini, Hendarman melanjutkan, akan segera diproses nama baru untuk menggantikan AH Ritonga. Hendarman menegaskan belum menentukan nama pejabat baru itu namun yang jelas salah satu jaksa agung muda akan ditunjuk menjadi wakil jaksa agung.

Meski demikian, Hendarman menegaskan, isi pembicaraan telepon yang menyebut nama Ritonga itu tetap harus diselidiki kebenarannya. Menurut, Hendarman, Ritonga sudah mengklarifikasi soal penyebutan namanya dalam rekaman pembicaraan itu. "Pertama kan beredar transkrip yang kemudian diikuti pembukaan rekaman itu. Tentunya semua ini harus diklarifikasi, apakah ini suara yang bersangkutan. Atau sampai sejauh mana kebenaran pembicaraan itu," ujar Hendarman.

"Namun sebelum proses klarifikasi berjalan, Pak Ritonga mengundurkan diri." Namun, Hendarman menegaskan dia tidak mengetahui secara pasti apakah rencana pengunduran diri Ritonga ini karena yang bersangkutan terlibat dalam masalah ini. "Tanya saja yang bersangkutan," tandas Hendarman.

Tak hanya Abdul Hakim Ritonga yang mengundurkan diri dari jabatannya. Kabareskrim Komjen Susno Duadji juga menempuh jalan yang sama. Kepastian mundurnya Susno Duadji disampaikan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. "Hari ini akan ada pernyataan resmi di Mabes Polri," ujar Kapolri singkat seraya mengiyakan mundurnya Susno Duadji dari jabatannya.

Ancam Mundur

Ada dugaan merekayasa penahanan dua pimpinan KPK. Sebelum kepastian pengunduran diri kedua pejabat ini, para anggota tim pencari fakta kasus Bibit-Chandra atau sering disebut tim 8 mengancam mengundurkan diri daru tim bentukan presiden itu. Alasannya rencana pengunduran diri ini karena tim 8 merasa pemerintah tidak mengindahkan rekomendasi mereka yaitu untuk menahan Anggodo Wijoyo dan menonaktifkan Kabareskrim Susno Duadji.

Dalam rekaman pembicaraan Anggodo Wijoyo dengan sejumlah pejabat yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi, Selasa lalu, nama Susno Duadji dan Abdul Hakim Ritonga beberapa kali disebut-sebut.

Disebutnya kedua nama pejabat tinggi itu, semakin memperkuat adanya dugaan kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah Ketua KPK Antasari Azhar didakwa melakukan pembunuhan, dua pimpinan KPK lainnya yaitu Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah menjadi tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang.

Bahkan, Bibit dan Chandra sempat mendekam dalam tahanan polisi di Markas Brimob, Kelapa Dua. Namun, dua hari lalu polisi menangguhkan penahanan keduanya.

Sementara itu, Anggodo Wijoyo sempat dibawa ke Mabes Polri untuk dimintai keterangan. Salah seorang kuasa hukumnya Bonaran Situmeang, Rabu malam mengatakan Anggodo sudah dibebaskan polisi. Namun, sekretaris Tim 8 Denny Indrayana mengatakan polisi masih menahan Anggodo. Kepastian itu diperoleh Denny setelah menghubungi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. (m/bbc)

Kamis, 05/11/2009 14:35 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Apa itu SISTEM PERBANKAN SYARIAH?

"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.

Perjalanan Dari Konvensional ke Syariah

Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.

"Connecting People", Strategi Jemput Bola Bank Syariah Pertemukan Kawan Lama

Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.

Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 831 Juta

Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

 
 
 
 
 
Education Corner

Cara Mengajarkan Sex Edu Kepada Balita

Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Akirman: ACT di Sini Nomor One

KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.

 
 
 
 
Berita Nasional
membuka hati dan pikiran kita
  Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login