
Presiden Somalia, Syarif Syeikh Ahmad, menyatakan bahwa negaranya berada dalam kondisi gawat darurat. Hal ini ia sampaikan kemarin malam di Mogadishu (22/06) dalam sebuah konferensi pers. “Hari ini, negara berada dalam situasi gawat daurat,” ujarnya.
Deklarasi ini sudah disetujui oleh parlemen. Ini karena kekisruhan yang terus-menerus terjadi tanpa henti. Saat ini, Al Syabab, kelompok militant menyatakan akan terus memerangi kekuatan asing yang memang bermain di Somalia.
Sebagian pihak dalam pemerintah Somalia tampaknya sama sekali tidak setuju jika Somalia menerapkan hokum Islam. Itu sebabnya mereka meminta bantuan negara-negara sekitar mereka seperti Dhibouti, Kenya dan Ethiopia untuk mengirimkan bantuan militer dalam rangka menumpas kekuatan Al Syabab.
Sebaliknya, Al Syabab, lewat Syeikh Ali Mohammad Rage mengatakan bahwa pihaknya juga tidak takut pada kekuatan asing. “Kami adalah para mujahidin, akan terus berjuang. Inilah bukti dari kegagalan pemerintahan yang ditunggangi oleh kekuatan asing.” Tandasnya.
Tidak disangkal lagi kalau AS dan Barat berdiri di belakang semua kekacauan yang sekarang terjadi di Somalia. Mereka menyatakan kalau Al Qaidah, kelompok yang mereka sebut teroris namun keberadaannya tidak pernah diketahui sampai saat ini, banyak beredar di Somalia.
Saat ini, tampaknya, dalam bentuknya yang lain, kekuatan asing ingin menjadikan Somalia seperti Iraq jilid kedua (sa/gn)
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.