eramuslim

Saudi dan Suriah Rebutan Anak Perempuan Bin Ladin

Arab Saudi dan Suriah sama-sama menginginkan agar Eman bin Ladin, anak perempuan pimpinan Al-Qaida, Usamah bin Ladin yang selama sembilan tahun berada di Iran. Namun Iran belum memutuskan kemana Eman akan diserahkan.

Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Manoucheher Mottaki, pemerintah Saudi sudah meminta Iran agar Eman diterbangkan ke Jeddah, sementara ibu Eman yang tinggal di Suriah, menginginkan anak perempuannya dikirim ke Damaskus.

Iran harus menanggung resiko berada di tengah tarik menarik kedua negara itu, karena selama sembilan tahun Eman tinggal di Iran. Tahun 2001, polisi perbatasan Iran menangkap keluarga bin Ladin yang terdiri dari Eman, tiga orang saudara lelaki Eman bernama Saad (sekarang 29 tahun), Osman (25), Hamza (20) dan Bakar (15), saudara perempuan Eman bernama Fatima dan ibu tiri Eman, Umi Hamza.

Keluarga bin Ladin itu tertangkap saat sedang melintasi perbatasan Iran dari Afghanistan. Mereka ingin mengungsi ke Iran setelah invasi AS ke Afghanistan tahun 2001 berhasil menumbangkan pemerintahan Taliban yang selama ini memberikan perlindungan pada Bin Ladin, keluarga serta pengikutnya. AS menginvasi Afghanistan karena Taliban menolak menyerahkan Bin Ladin yang dituding sebagai dalang serangan 11 September 2001.

Setelah ditangkap, kelurga Bin Ladin tinggal di pinggiran kota Tehran dengan pengawasan ketat aparat intelejen Iran. Ketika berkesempatan berbelanja di sebuah pertokoan di Tehran, Eman menghubungi saudara lelakinya bernama Abdullah yang memiliki perusahaan periklanan di Jeddah.

Abdullah menyarankan Eman untuk segera pergi ke kedutaan besar Arab Saudi di Tehran dan sampai sekarang Eman berlindung di kedubes Saudi dengan status pengungsi. Sejak itu, pemerintah Saudi melakukan pendekatan pada Iran agar membebaskan Eman. Namun Iran juga menerima permintaan Suriah atas nama Najwa agar Eman dibebaskan dan diterbangkan ke Damaskus, ibukota Suriah.

Najwa adalah isteri pertama Bin Ladin dan ibu kandung Eman. Setelah invasi AS ke Afghanistan, Bin Ladin yang sebenarnya warga negara Saudi meninggalkan Najwa dan puteranya bernama Omar di Afghanistan. Najwa kemudian pindah ke Suriah dan menetap di Damaskus.

Iran menghadapi pilihan sulit karena Suriah adalah aliansi Iran yang strategis, sedangkan dengan Arab Saudi, sudah menjadi rahasia umum bahwa Iran dan Saudi sejak lama terlibat perang dingin. Tapi Menlu Iran mengatakan bahwa mereka akan memutuskan nasib Eman sesuai dengan aturan Konvensi Wina. Iran akan memberikan keleluasaan pada Eman untuk memilih apakah akan dipulangkan ke Jeddah atau ke Damaskus.

"Kami sudah melakukan persiapan termasuk mengurus dokumen-dokumen keberangkatan Eman. Kami akan memberikan kebebasan pada Eman untuk memilih kemana ia akan pergi," kata Monachehr Mottaki.

Informasi intelijen dan sumber-sumber intelijen di Iran menyebutkan bahwa salah satu putera Bin Ladin, Bakar bin Ladin sudah dipulangkan ke ibunya di Damaskus dan berusaha meyakinkan Eman agar berkumpul dengan mereka. (ln/iol)