Kunjungan Obama ke Mesir rupanya menyisakan sedikit banyak kesan bagi sebagian mahasiswa Indonesia di Mesir, utamanya mereka yang sedang menjalani ujian di Universitas Al-Azhar.
Di hari kunjungan Obama ke Mesir (4/6), hampir semua Universitas di Kairo, termasuk Universitas Al-Azhar diliburkan. Padahal, antara bulan Mei dan Juni ini adalah masa-masa ujian akhir tahun.
"Sayang sekali, ujian kita jadi harus terganggu," tutur Subroto (bukan nama sebenarnya), salah seorang mahasiswa jurusan Hadits di Universitas Al-Azhar asal Indonesia yang jadwal ujiannya berbenturan dengan jadwal kedatangan Obama.
Jadwal ujian mahasiswa tingkat 3 dan 4 fakultas Ushuluddin dan Syariah di Universitas Al-Azhar adalah setiap hari Senin dan Kamis di setiap minggunya.
"Seharusnya tanggal 4 ini saya ujian materi Ulum al-Qur'an, tetapi jadinya diundur pada tanggal 21 nanti. Padahal, seharusnya, tanggal 8 besok adalah hari terakhir ujian," tutur Qadir, mahasiswa tingkat akhir jurusan Tafsir.
Namun, sebagian mahasiswa yang lain justru ada yang merasa senang dengan diundurnya hari ujian akibat kunjungan Obama ini.
"Ya saya malah senang, soalnya saya belum siap untuk materi Ulum al-Qur'an," ungkap Habib, seorang mahasiswa lain yang setingkat dengan Qadir.
Apa yang dirasakan Habib rupanya tak jauh beda dengan Rahim, kawan sekelas Habib. "Wah, saya justru senang. Saya pusing sama ujian soalnya," ujarnya.
Namun, lain halnya dengan kesan yang dirasakan Otong, mahasiswa Indonesia yang juga berprofesi sampingan sebagai penjual tempe, terkait kunjungan Obama ke Mesir ini.
"Mau yang datang Obama kek, George Bush kek, Osama bin Laden kek, yang penting jualan tempe jalan terus," katanya sambil terkekeh. (L2)
Ada yang menarik di ajang Islamic Book Fair (IBF) 9th 2010 di Istora Senayan, Kamis (11/3) lalu. Sekelompok .jerapah kecil. menyambangi stand Bank Syariah Mandiri untuk menabung. Wow! Jerapah menabung?!
Impian untuk memiliki rumah barang tentu menjadi impian setiap orang. Berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sederhana dengan harga yang murah, ketika mencari, mencari dan mencari bertemulah aku pada seorang wali murid yang tinggal disebuah perumahan, yang walaupun lumayan jauh dari tempat aku mengajar.
Saya sudah menjadi salah satu nasabah bank syari.ah, dan merasa nyaman dengan produk yang ditawarkan juga tidak ada keraguan di hati dengan urusan riba. Alhamdulillah pada tahun 2009 saya dan suami mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah.
Gampang-gampang susah mencari bankir syariah. Meski stok SDM melimpah, bahkan banyak yang menanyakan ke redaksi ib.eramuslim.com mengenai lowongan bankir syariah, tidaklah begitu saja masalah bankir syariah terpenuhi.
Bank syariah, bagi Fahrizal, adalah sebuah keberkahan tak terkira. Keyakinannya terhadap sistem ekonomi syariah yang rahmatan lil .alamin membuatnya percaya kepada bank yang ber-tagline "Pertama, Murni Syariah". Kenapa?
Biasakan membangun komunikasi dengan anak secara terbuka dan berikan rasa nyaman dan tentram pada dirinya bahwa ibu tidak marah dan sang anak bisa cerita apa saja.
Sosok yang bercitra mulia ini selalu hadir di lokasi-lokasi bencana. Baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Kadang hadir apa adanya, tanpa seragam dan atribut.