
Kepala Staf Gabungan Pasukan AS, Laksamana Mike Mullen, menyatakan, "Kita tidak akan menang, dan kita akan mengalami kekalahan, dan kita akan mengalami kekalahan. Para gerilyawan melakukan rekrutmen pasukan dan bekerja dengan baik," ucapnya.
AS mengirimkan pasukan tambahan ke Afghanistan, yang jumlahnya sekarang lebih dari 100.000 pasukan. Ini terbesar pengiriman pasukan sejak perang Dunia II, ke keluar negeri, yang dilakukan AS. Ini semua tujuan untuk memenangkan perang, dan mengubah wilayah Afghanistan yang dianggap menjadi tempat paling berbahaya, dan lahirnya bibit-bibit, yang dapat mengancam stabilitas keamanan global. Maka, Presiden Obama sejak sebelum menjadi presiden, di masa kampanyenya telah dengan tegas-tegas akan mengalahkan Taliban dan Al-Qaidah.
Tetapi berbeda dengan Mike Mullen, apa yang dinyatakan Menhan Robert Gate, yang menyatakan, "Kita akan menang dalam perang ini" ucapnya. AS dan Afghanistan bekerjasama untuk melakukan rekrutmen dan membangun angkatan bersenjata Afghanistan, dan akan memberikan insentif yang baik. Dan, tantangan yang paling besar menurut Gates, Taliban memiliki uang yang banyak, dibandingkan dengan polisi Afghanistan. Entah bagaimana Robert Gate dapat berbicara sepert itu.
Menhan Robert Gate, juga berusaha membangun kerjasama dengan Pakistan, dan Pakistan menyambut baik keinginan Amerika itu, ujar Gate. Memang, pemerintah AS, telah mengultimatum pemerintah Pakistan, bila tidak mampu memerangi Taliban, maka AS akan melakukan ofensif militer langsung ke wilayah perbatasan Pakistan. Menurut Gate, AS telah mengalihkan lebih 3 juta pucuk senjata kepada pasukan Iraq, sampai nanti tahun 2010. (m/jp)
Ada yang menarik di ajang Islamic Book Fair (IBF) 9th 2010 di Istora Senayan, Kamis (11/3) lalu. Sekelompok .jerapah kecil. menyambangi stand Bank Syariah Mandiri untuk menabung. Wow! Jerapah menabung?!
Impian untuk memiliki rumah barang tentu menjadi impian setiap orang. Berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sederhana dengan harga yang murah, ketika mencari, mencari dan mencari bertemulah aku pada seorang wali murid yang tinggal disebuah perumahan, yang walaupun lumayan jauh dari tempat aku mengajar.
Saya sudah menjadi salah satu nasabah bank syari.ah, dan merasa nyaman dengan produk yang ditawarkan juga tidak ada keraguan di hati dengan urusan riba. Alhamdulillah pada tahun 2009 saya dan suami mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah.
Gampang-gampang susah mencari bankir syariah. Meski stok SDM melimpah, bahkan banyak yang menanyakan ke redaksi ib.eramuslim.com mengenai lowongan bankir syariah, tidaklah begitu saja masalah bankir syariah terpenuhi.
Bank syariah, bagi Fahrizal, adalah sebuah keberkahan tak terkira. Keyakinannya terhadap sistem ekonomi syariah yang rahmatan lil .alamin membuatnya percaya kepada bank yang ber-tagline "Pertama, Murni Syariah". Kenapa?
Melarang atau menutup informasi, tidak akan efektif dalam memfilter pengaruh negatif dari media informasi, terutama internet, karena letaknya bukan di medianya, tapi pada individu itu sendiri, sejauh mana dia memiliki imunitas.
Sosok yang bercitra mulia ini selalu hadir di lokasi-lokasi bencana. Baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Kadang hadir apa adanya, tanpa seragam dan atribut.