Artikel Terbaru Fiksi

 

Pelangi Retak (Bag. 27)

Oleh Dewi Anjani
28 Jul 08 10:48 WIB

“Aku sudah menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian kita, semoga kamu menemukan pendamping yang bisa membahagiakanmu... "

Pelangi Retak (Bag. 26)

Oleh Dewi Anjani
24 Jul 08 14:15 WIB

Aku panik, dokter itu menatapku keheranan, mungkin baru kali ini ada seorang wanita yang sudah menikah justru tidak mau dibilang hamil. Bukankah itu adalah sebuah anugerah terindah bagi pasangan yang sudah menikah?

Pelangi Retak (Bag. 25)

Oleh Dewi Anjani
21 Jul 08 12:06 WIB

"Selamat, bu, Anda hamil…!” Apa? Dokter ini tidak gila bukan? Bagaimana aku bisa hamil, sedangkan suamiku tak pernah menyentuhku sedikitpun…

Pelangi Retak (Bag. 24)

Oleh Dewi Anjani
17 Jul 08 15:04 WIB

Apa, Hil? Kamu nggak salah ucap kan?
Jadi… inilah sebabnya kenapa selama ini Mas Indra tak pernah menyentuhku sebagai seorang isteri?

Pelangi Retak (Bag. 23)

Oleh Dewi Anjani
14 Jul 08 13:11 WIB

Dadaku tiba-tiba bergemuruh. Suara itu membuat aliran darah di tubuhku seakan mengalir dua kali lebih deras. Suara itu… Ah, aku tidak mungkin salah. Itu suara Hilma! Darimana dia tahu kalau aku sudah menikah?

Pelangi Retak (Bagian 22)

Oleh Dewi Anjani
10 Jul 08 16:03 WIB

Taman kastil ini menjadi istimewa karena dilatarbelakangi persaingan Catherine de Medici dan Diane de Poitiers dalam memperebutkan cinta Raja Henry II.

Pelangi Retak (Bagian 21)

Oleh Dewi Anjani
7 Jul 08 16:38 WIB

Terengah-engah aku megimbangi langkah suamiku. Tangannya yang kekar seakan menambah kekuatanku untuk bisa mencapai puncak bangunan itu, dan... wow indahnya di bawah sana...

Pelangi Retak (Bag. 20)

Oleh Dewi Anjani
3 Jul 08 14:35 WIB

Kenapa mas Indra tak pernah menyentuhku sebagai seorang isteri? Hingga akhirnya malam-malam kami cukuplah berlalu dengan menikmati mimpi masing-masing. Adakah yang salah?

Pelangi Retak (Bag. 19)

Oleh Dewi Anjani
30 Jun 08 11:31 WIB

Acara sakral itu dilangsungkan secara sederhana. Aku sudah memohon dengan hormat kepada keluarga mas Indra untuk tidak menampakkan kemewahan apapun di kampungku yang masih terlalu lugu.

Pelangi Retak (Bag. 18)

Oleh Dewi Anjani
26 Jun 08 15:21 WIB

Kucing tetangga yang memang dari tadi duduk manis di atas tembok itu seakan mengerti apa yang kami bicarakan. Dia menjatuhkan pot bunga itu tepat setelah Mas Indra menyelesaikan kalimatnya.

Pelangi Retak (Bag. 17)

Oleh Dewi Anjani
23 Jun 08 10:08 WIB

Dan aku ingin kau bersedia mendampingiku untuk menemukan kacamata pelangi itu. Agar aku benar-benar mampu melihat sulaman indah itu dalam mahligai suci...

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com