eramuslim

Kerinduan Ramadhan

Menyambutmu ya Ramadhan

Adalah menanam benih-benih asa dan harapan

Pada tanah subur di musim penghujan

Ketika hamba yang lama berpeluh dosa

Kau sapa mesra bahwa taubatku kan diterima

Karena di harimu, setiap saat adalah pintu taubat

Membersamaimu ya Ramadhan

Adalah memetik pucuk-pucuk impian

Dalam kokohnya tanaman ketakwaan

Ketika setiap amalan mendapat ganjaran berlipat

Ketika kebaikan begitu mudah tuk didapat

Menemanimu ya Ramadhan

Adalah menyalakan lilin dalam pekatnya malam

Saat kulihat senyum renyah bocah-bocah

Berlarian menyambut adzan menuju jamaah

Kemudian aku tersenyum lama

Karena mereka akan jadi masa depan bangsa

Merangkulmu ya Ramadhan

Adalah menyalakan api unggun semangat

Dalam hawa dingin yang menyayat

Saat menatap mata-mata yang merah basah

Berdiri bertemu Rabbi pada tengah malam yang sepi

Lalu tersungkur lama dalam sujud hingga pagi

Memelukmu ya Ramadhan

Adalah menikmati makna indah perjuangan

Pada lantai-lantai masjid yang dingin di akhir sepuluh malam

Pada perceraian sementara dengan hangatnya peraduan

Mengenalmu ya Ramadhan

Adalah melukiskan surga di pelupuk mata

Saat Tuhan kita membuka pintu-pintunya

Dan menebar semerbak harum wanginya

Mengakrabimu ya Ramadhan

Adalah memberi pelangi

Pada kusamnya langit peradaban

Saat para pemegang kuasa yang berebut tahta

Saat para pemuda yang duduk di pinggir jalan raya

Saat setiap insan yang dilalaikan oleh dunia

Kini menjadi peramai Masjid yang paling setia

Mendampingimu ya Ramadhan

Adalah memanjat lagi tangga kemuliaan

Setelah lama berkubang dalam kehinaan

Mengenangmu ya Ramadhan

Adalah memetik senar gitar

Dalam nada-nada lagu kerinduan

Ketika kini engkau akan pergi meninggalkan kami

Entah kenapa roti berbuka hari ini terasa asin sekali

Ternyata ia telah berkuah air mata

Tapi tangisan ini tak jua dapat menahanmu pergi

Sungguh wahai Ramadhan

Kemesraan ini tak ingin kuakhiri

Aku belum terlalu erat memelukmu

Aku belum terlalu rapat menemanimu

Aku belum terlalu hangat merangkulmu

Tapi percayalah duhai Ramadhan

Rindu dalam dada kan tetap terpatri

Semerbak cinta kan semakin mengakar dalam jiwa

Walau kau pergi kini

Aku akan tetap menunggumu di sini

Hingga suatu saat kau kembali

Aku akan memelukmu lebih erat

Aku akan menemanimu lebih rapat

Aku akan merangkulmu lebih hangat

(Aditya Putra Priyahita)

Hari-hari terakhir di bulan Ramadhan 1431 H

Ya Allah, luluskanlah kami dari madrasah Ramadhan ini dengan predikat takwa

Dan pertemukanlah kami kembali dengan Ramadhan…

Amin...